Profesional mengeluh sejak Senin pagi

Halo, aku Lehok. Aku kerja, lalu ngeluh.

Lehok adalah nama, kebiasaan, sekaligus cara bertahan hidup. Di sini, deadline yang terlalu dekat, rapat yang terlalu panjang, dan revisi yang “cuma sedikit” diubah menjadi cerita yang bisa ditertawakan bersama.

“Katanya revisi terakhir. Kok terakhirnya ada tujuh?”

Kenapa Lehok selalu ngeluh?

Karena kadang cara paling sehat menghadapi hari kerja adalah mengaku bahwa semuanya memang agak melelahkan.

01

Kerjaannya nyata

Keluhannya lahir dari hal-hal yang akrab: notifikasi tanpa henti, tugas mendadak, dan kalender yang penuh warna merah.

02

Keluhannya jujur

Lehok tidak berpura-pura selalu produktif. Ada hari untuk berlari, ada juga hari untuk menatap layar sambil menghela napas.

03

Ujungnya tertawa

Setiap keluhan diolah menjadi humor, catatan, dan pengingat bahwa kita tidak sendirian menghadapi dunia kerja.

“Aku bukan malas. Aku hanya sedang menunggu motivasi selesai meeting.”
— Lehok, pukul 14.37

Isi kepala Lehok minggu ini.

Potongan cerita pendek dari meja kerja, grup kantor, dan perjalanan pulang yang terasa terlalu singkat.

Deadline

Besok itu ternyata dekat

Catatan tentang tugas yang diberikan Jumat sore dengan kalimat pembuka paling menegangkan: “Santai saja, Senin pagi ya.”

Rapat

Meeting tentang meeting

Empat puluh lima menit berdiskusi untuk menentukan kapan diskusi berikutnya akan dilakukan.

Revisi

Sedikit, katanya

File final, final-baru, final-fix, final-fix-2, dan final-yang-ini-beneran menjadi saksi bisu perjuangan.