Riwayat hidup versi kalender kerja

Cerita dari balik layar yang penuh notifikasi.

Tidak semua perjalanan membutuhkan gunung. Ada yang cukup dimulai dari inbox kosong dan berakhir dengan 47 pesan belum dibaca.

Niat datang lebih pagi

Lehok bangun dengan semangat memperbaiki hidup. Semangat itu bertahan sampai alarm kedua berbunyi.

Notifikasi pertama

Pesan “Pagi, ada waktu sebentar?” muncul. Lehok tahu bahwa kata sebentar memiliki banyak definisi.

Rapat yang bisa menjadi pesan

Semua peserta sepakat bahwa pertemuan berikutnya diperlukan untuk memutuskan hal yang belum sempat diputuskan.

Revisi “tipis-tipis”

Tipis ternyata merujuk pada harapan Lehok untuk pulang tepat waktu, bukan jumlah revisinya.

Pesan sebelum pulang

Ketika laptop hampir ditutup, sebuah tugas baru datang dengan kalimat sakral: “Tidak urgent, kok. Besok pagi saja.”

Besok coba lagi

Lehok menutup hari dengan satu kesimpulan: pekerjaan boleh belum selesai, tetapi dirinya harus istirahat.